Back

ⓘ Sijarah Nusantara (1509–1602)




                                     

ⓘ Sijarah Nusantara (1509–1602)

Portugis masuak ka Nusantara di bawah pimpinan palauik tanamo Alfonso de Albuquerque. Inyo marupoan arsitek utamo dari ekspansi Portugis ka Asia sarato urang Eropa patamo nan mamulai kolonisasi Eropa ateh Nusantara.

Barikuik ini adolah kronologis Sijarah Nusantara Indonesia padi era kolonialisme Portugis 1509–1602.

                                     

1.1. Abaik ka-16 1509–1520

  • Portugis tibo patamo bana di Melaka.
  • 1509
  • Portugis di Melaka maancuaan armada Jawa. Kapa mereka karam jo sadoalah haratonyo dalam pajalanan baliak ka Goa.
  • 10 Agustus, Pasukan Albuquerque manguasai Melaka.
  • April, Admiral Portugis Alfonso de Albuquerque mamutuihan balayia dari Goa ka Melaka.
  • Pati Unus manakluakan Jepara
  • Sultan Melaka malarian diri ka Riau.
  • 1511
  • Desember, Albuquerque mangirim tigo kapa di bawah Antonio de Abreu dari Melaka untuak manjalajah ka arah Timur.
  • Parjalanan ekspedisi De Abreu dari Melaka manuju Madura, Bali, Lombok, Aru, jo Banda. Duo kapa rusak di Banda. De Abreu baliak ka Melaka; Francisco Serrão mampelokan kapa dan malanjuikan manuju ka Ambon, Ternate, dan Tidore. Serrão manawarkan dukuangan bagi Ternate dalam parselisihannyo dengan Tidore, pasukannyo managakan sabuah pos Portugis di Ternate.
  • 1512
  • Portugis malakuan ekspedisi ka daerah utamo panghasil rempah-rempah,yaitu Maluku.
  • Portugis maimbau Raja Udara, anak dari Girindrawardhana jo panguasa bakeh karajaan Majapahit
  • 1513
  • Pasukan dari Jepara dan Palembang manyerang Portugis di Melaka, tapi berhasil dipukua mundur.
  • Portugis mambangun pabrik-pabrik di Ternate jo Bacan.
  • Maret, Portugis mangirim saurang duta manyilau Raja Pajajaran. Portugis diizinan untuak mambangun sabuah benteng di Sunda Kelapa kini Jakarta.
  • Ali Mughayat Syah managakan Kesultanan Aceh, dan manjadi Sultan Aceh patamo.
  • 1514
  • 1515
  • Portugis patamo bana tibo di Timor.
  • 1518
  • Raden Patah maningga; Pati Unus manjadi Sultan Demak.
  • Sultan Mahmud dari Melaka maambia aliah kakuasaan di Johor.
  • Banjar di Kalimantan manjadi Islam.
  • Paro panggaleh Portugis mulai mangunjungi Flores dan Solor.
  • Aceh mulai manguasai pantai timur laut Sumatra.
  • 1520
  • Rakyat Bali manyarang Lombok.
                                     

1.2. Abaik ka-16 1521–1530

  • Portugis merebut Pasai di Sumatra; Gunungjati meninggalkan Pasai berangkat ke Mekkah.
  • Kapal terakhir dari ekspedisi Magelhaenz mengeliling dunia berlayar antara pulau Lembata dan Pantar di Nusa Tenggara.
  • Yunus memimpin armada dari Demak dan Cirebon melawan orang-orang Portugis di Melaka. Yunus terbunuh dalam pertempuran. Trenggono menjadi Sultan Demak.
  • 1521
  • Mei, ekspedisi De Brito tiba di Ternate, membangung sebuah benteng Portugis.
  • 1522
  • Februari ekspedisi Portugis di bawah De Brito tiba di Banda.
  • Banten, yang masih beragama Hindu, meminta bantuan Portugis dalam menghadapi Demak yang Muslim.
  • Sisa-sisa ekspedisi Magelhaenz berkeliling dunia mengunjungi Timor.
  • Portugis membangun benteng di Hitu, Ambon.
  • 1523
  • Gunungjati kembali dari Mekkah dan menetap di Demak, menikahi saudara perempuan Sultan Trenggono.
  • Gunungjati dan anaknya Hasanuddin melakukan dakwah secara terbuka dan rahasia di Jawa Barat untuk memperlemah Kerajaan Pajajaran dan persekutuannya dengan Portugis. Pemerintah lokal di Banten, yang tadinya tergantung pada Pajajaran, masuk Islam dan bergabung dengan pihak Demak.
  • 1524
  • Aceh merebut Pasai dan Pedir di Sumatra utara.
  • 1525
  • Hasanuddin, anak dari Gunungjati, melakukan dakwah di Lampung.
  • Portugis membangun benteng pertama di Timor.
  • 1526
  • Demark merebut Tuban.
  • Kerajaan Palakaran di Madura, yang berbasis di Arosbaya kini Bangkalan, menjadi Islam di bawah Kyai Pratanu.
  • Demak menaklukkan Kediri, sisa-sisa Hindu dari kerajaan Majapahit; Sultan-sultan Demak mengklaim sebagai pengganti Majapahit; Sunan Kudus ikut serta.
  • Ekspedisi dari Spanyol dan Meksiko berusaha mengusir Portugis dari Maluku.
  • 1527
  • Demak, dengan bantuan dari Banten, merebut Sunda Kelapa dari Pajajaran; mengganti namanya menjadi Jayakarta. Kerajaan Pajajaran didorong ke pedalaman dari daerah pesisir.
  • Raja-raja Spanyol dan Portugal sepakat bahwa Maluku harus menjadi milik Portugal, dan Filipina menjadi milik Spanyol.
  • Demak menaklukkan Madiun.
  • 1529
  • Banten memperluas pengaruhnya atas Lampung.
  • Surabaya dan Pasuruan takluk kepada Demak. Demak merebut Balambangan, kerajaan Hindu terakhir di ujung timur Jawa.
  • Gowa mulai meluas dari Makassar.
  • Salahuddin menjadi Sultan Aceh.
  • 1530
                                     

1.3. Abaik ka-16 1531–1540

  • Antonio da Galvão menjadi gubernur di pos Portugis di Ternate; mendirikan pos Portugis di Ambon.
  • Portugis membawa Sultan Tabariji dari Ternate ke Goa karena mencurigainya melakukan kegiatan-kegiatan anti Portugis, dan menggantikannya dengan saudara-saudaranya.
  • 1536
  • Serangan besar Portugis terhadap Johore.
  • Serangan Aceh atas Melaka gagal. Salahuddin dari Aceh digantikan oleh Alaudin Riayat Syah I.
  • 1537
  • Aceh menyerang suku Batak di selatan mereka.
  • 1539
  • Kesultanan Butung didirikan.
  • 1540
  • Portugis berhubungan dengan Gowa.
                                     

1.4. Abaik ka-16 1541–1550

  • Demak menaklukkan Malang.Gowa membangun benteng di Ujung Pandang.
  • 1545
  • St. Fransiskus Xaverius pergi ke Morotai, Ambon, dan Ternate.
  • Trenggono dari Demak meninggal dan digantikan oleh Prawata. Menantunya, Joko Tingkir memperluas pengaruhnya dari Pajang dekat Sukoharjo sekarang.
  • 1546
  • Demak menyerang Balambangan namun gagal.
  • Aceh menyerang Melaka.
  • 1547
  • 1550
  • Portugis mulai membangun benteng-benteng di Flores.
                                     

1.5. Abaik ka-16 1551–1560

  • Pasukan-pasukan dari Ternate menguasai Kesultanan Jailolo di Halmahera dengan bantuan Portugis.
  • Johore menyerang Portugis Melaka dengan bantuan dari Kerajaan Kalinyamat Jepara.
  • 1551
  • Hasanuddin memisahkan diri dari Demak dan mendirikan Kesultanan Banten, lalu merebut Lampung untuk Kesultanan yang baru.
  • 1552
  • Aceh mengirim duta ke Sultan Ottoman di Istanbul.
  • Ki Ageng Pemanahan menerima distrik Mataram dari Joko Tinggir, memerintah di Pajang.
  • Portugis membangun benteng di Bacan.
  • Wabah cacar di Ternate.
  • 1558
  • Leiliato memimpin suatu pasukan dari Ternate untuk menyerang Portugis di Hitu.
  • 1559
  • Para misionaris Portugis mendarat di Timor. Khairun menjadi Sultan Ternate.
  • Spanyol mendirikan pos di Manado.
  • 1560
  • Portugis mendirikan pos misi dan perdagangan di Panarukan, di ujung timur Jawa.


                                     

1.6. Abaik ka-16 1561–1570

  • Misi Dominikan Portugis didirikan di Solor.
  • 1561
  • Sultan Prawata dari Demak meninggal dunia.
  • 1564
  • Wabah cacar di Ambon.
  • Kutai di Kalimantan menjadi Islam.
  • Aceh menyerang Johore.
  • 1565
  • 1566
  • Misi Dominikan Portugis di Solor membangun sebuah benteng batu.
  • Serangan yang gagal oleh Aceh di Melaka Portugis.
  • 1568
  • 1569
  • Portugis membangun benteng kayu di pulau Ambon.
  • 1570
  • Maulana Yusup menjadi Sultan Banten.
  • Sultan Khairun dari Ternate menandatangani sebuah perjanjian damai dengan Portugis, tetapi esok harinya ternyata ia diracuni. Agen-agen Portugis dicurigai melakukannya. Babullah menjadi Sultan hingga 1583, dan bersumpah untuk mengusir Portugis keluar dari benteng-benteng mereka.
  • Aceh menyerang Johore lagi, tetapi gagal.


                                     

1.7. Abaik ka-16 1571–1580

  • Alaudin Riayet Shah meninggal, kekacauan di Aceh hingga 1607.
  • 1571
  • 1574
  • Kesultanan Aceh dan Kerajaan Kalinyamat Jepara memimpin serangan yang gagal di Melaka, tetapi aksi tersebut membuat Portugis angkat kaki karena merasa terancam dengan serangan dari Jepara.
  • Sultan Babullah mengusir Portugis dari Ternate. Karena itu Portugis membangun sebuah benteng di Tidore.
  • 1575
  • Portugis membangun benteng di kota Ambon sekarang.
  • 1576
  • Ki Ageng Pemanahan mendirikan Kota Gede dekat Yogyakarta sekarang.
  • 1577
  • Banten merebut sisa-sisa Pajajaran, menjadikannya Islam.
  • 1579
  • November, Sir Francis Drake dari Britania, setelah menyerang kapal dan pelabuhan Spanyol di Amerika, tiba di Ternate. Sultan Babullah, yang juga membenci orang-orang Spanyol, mengadakan perjanjian persahabatan dengan Britania.
  • Portugal jatuh ke tangan kerajaan Spanyol; usaha-usaha kolonial Portugis tidak dipedulikan.
  • Drake mengunjungi Sulawesi dan Jawa, dalam perjalanan pulang ke Britania.
  • Maulana Muhammad menjadi Sultan Banten.
  • 1580
  • Ternate menguasai Butung.
  • 1581
  • Sekitar saat ini, Kyai Ageng Pemanahan mengambil alih distrik Mataram yang telah dijanjikan kepadanya oleh Joko Tingkir, yang menundanya hingga Sunan Kalijaga dari Wali Songo mendesaknya, mengubah namanya menjadi Kyai Gedhe Mataram.
  • Sutawijaya menggantikan ayahnya Kyai Gedhe Mataram sebagai pemerintah lokal dari Mataram, memerintah dari Kota Gede.
  • 1584
  • Kapal Portugis yang dikirim untuk membangun sebuah benteng dan misi di Bali karam tepat di lepas pantai.
  • Sultan Aceh mengirim surat kepada Elizabeth I dari Britania.
  • 1585
  • 1587
  • Portugis di Melaka menyerang Johore.
  • Portugis menandatangani perjanjian perdamaian dengan Sultan Aceh.
  • Sir Thomas Cavendish dari Britania mengunjungi Jawa.
  • Sutawijaya mengalahkan Pajang dan Joko Tingkir meninggal; garis keturunan beralih kepada Sutawijaya. Gunung Merapi meletus.
  • 1588
  • Sutawijaya mengganti namanya menjadi Senopati; merebut Pajang dan Demak.
  • 1590
  • Desa asli Medan didirikan.
                                     

1.8. Abaik ka-16 1591–1599

  • Sir James Lancaster dari Britania tiba di Aceh dan Penang, tetapi misinya gagal.
  • Ternate menyerang Portugis di Ambon.
  • 1591
  • Senopati merebut Madiun, lalu Kediri.
  • Ternate mengepung Portugis di Ambon kembali.
  • 1593
  • Suriansyah menjadikan Banjar di Kalimantan sebuah Kesultanan belakangan Banjarmasin.
  • 1595
  • Portugis membangun benteng di Ende, Flores.
  • 2 April, ekspedisi Belanda di bawah De Houtman berangkat ke Hindia Belanda.
  • Abul Mufakir menjadi Sultan Banten.
  • 1596
  • 5 Juni, ekspedisi De Houtman tiba di Sumatra.
  • Ekspedisi De Houtman dilanjutkan di sepanjang pantai utara Jawa. Sebuah kapal hilang di tangan para perompak. Lebih banyak perilaku yang buruk menyebabkan timbulnya kesalahpahaman dan kekerasan di Madura: seorang pangern Madura terbunuh, beberapa pelaut Belanda ditangkap dan ditawan, De Houtman harus menebus mereka agar dibebaskan.
  • 23 Juni, ekspedisi De Houtman tiba di Banten. Mula-mula diterima dengan bersahabat, tetapi setelah kelakuan yang kasar oleh Belanda, Sultan Banten, bersama-sama dengan orang-orang Portugis yang ditempatkan di Banten, menembaki kapal-kapal Belanda.
  • Sisa-sisa ekspedisi De Houtman 89 orang dari semula 248 pelaut kembali ke Belanda dengan rempah-rempah.
  • Berlawanan dengan perintah, sebuah armada Portugis di bawah Lourenzo de Brito memutuskan untuk melakukan pembalasan terhadap Sultan Banten karena melakukan bisnis dengan pedagang-pedagang Belanda. Armada ini dikalahkan oleh Banten dan dipaksa mundur.
  • Beberapa anggota ekspedisi De Houtman menetap di Bali dan menolak pergi.
  • 1597
  • Senopati menyerang Banten, tetapi dipukul balik.
  • 1598
  • 22 kapal Belanda dalam lima ekspedisi berangkat ke timur. Dewan Negara Belanda mengusulkan agar perusahaan-perusahaan yang bersaingan dipersatukan. Ekspedisi kedua De Houtman mengikutsertakan John Davis, seorang mata-mata Inggris. Van Noort berangkat untuk berlayar mengitari ujung timur benua Amerika ke Hindia Belanda.
  • Senopati menyerang wilayah barat Surabaya.
  • Mataram malancarkan serangan ka Banten.
  • 1599
  • Juni terbunuh De Houtman dalam konflik dengan Sultan Aceh.
  • Ekspedisi Belanda di bawah Van Neck tiba di Maluku, mulai melakukan perdagangan yang sukses di Banda, Ambon dan Ternate.
  • Gereja-gereja Belanda mulai menyerukan pekerjaan misi di Hindia Belanda.
                                     

2.1. Abaik ka-17 1600–1607

  • 1600
  • September Admiral Belanda Van den Haghen mengadakan aliansi dengan Hitu dalam menghadapi Portugis di Ambon.
  • Ekspedisi Van Noort menyerang Spanyol di Guam.
  • Tiga orang ulama Minangkabau, Abdul Makmur Dato ri Bandang, Sulaiman Dato Patimang, dan Abdul Jawad Dato ri Tiro menyebarkan Islam di Kerajaan Gowa-TalloMakassar.
  • 31 Desember, Elizabeth I dari Britania mengesahkan didirikannya Perusahaan Hindia Timur Britania.
  • Portugis membangun sebuah pos perdagangan di Jepara, yang kini telah menjadi objek wisata yang dikenal dengan nama Benteng Portugis.
  • Portugis mengirim sebuah armada dari Goa, India, untuk mengusir orang-orang Belanda dari Hindia Belanda.
  • Aceh mengirim dua orang utusan ke Eropa untuk mengamati dan melaporkan situasinya kepada Sultan.
  • Britania mendirikan benteng di Banda.
  • Senopati digantikan oleh Krapyak di Mataram.
  • 1601
  • 25-27 Desember, lima kapal Belanda mengalahkan armada Portugis yang terdiri dari 30 kapal dalam pertempuran di pelabuhan Banten.
  • Armada laut Portugis di bawah komando Martim Afonso de Castro menyerang Kesultanan Aceh berhasil menduduki benteng pertahanan Aceh. Tidak lama kemudian mereka berhasil diusir oleh prajurit Aceh.
  • 1607

Users also searched:

...